Setiap tahun kami mendapat pertanyaan yang sama dari orang tua: "Bagaimana anak bisa tetap fokus belajar saat puasa?" Jawabannya sederhana: kita perlu menyesuaikan ritme, bukan mengurangi target.

1. Pindahkan pelajaran berat ke pagi hari. Energi anak paling optimal di jam 07.00–10.00. Gunakan waktu itu untuk matematika, sains, atau hafalan baru.

2. Kurangi durasi, pertahankan frekuensi. Lebih baik belajar 30 menit tiga kali daripada 90 menit sekaligus di siang hari saat energi sedang rendah.

3. Jadikan menunggu buka puasa sebagai waktu muraja'ah. 15–20 menit sebelum berbuka adalah waktu yang tenang dan efektif untuk mengulang hafalan.

4. Sahur yang tepat. Menu sahur yang mengandung karbohidrat kompleks dan protein akan membuat anak kenyang lebih lama dan lebih fokus di kelas.

5. Jaga rutinitas tidur. Tarawih itu baik, tapi pastikan anak tetap tidur cukup. Kurang tidur adalah musuh utama konsentrasi belajar.